Text
Konsep Ta’dib dalam Pendidikan Islam dan Relevansinya dengan Problematika Pedidikan Islam di Indonesia (Studi Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
ABSTRAK
Abd. Kholis, 2017, Konsep Ta’dib dalam Pendidikan Islam dan Relevansinya
dengan Problematika Pedidikan Islam di Indonesia (Studi Pemikiran Syed
Muhammad Naquib Al-Attas), Skripsi, Program Studi PAI, Jurusan Tarbiyah,
STAIN Pamekasan, Pembimbing : Dr. H. Moh. Muchlis Sholichin, M.Ag.
Kata Kunci : Al-Attas, Ta’dib, Akhlak, Filsafat Pendidikan, Pendidikan Islam
Fenomena dekadensi moral yang melanda Indonesia saat ini secara tidak
langsung memaksa bidang pendidikan untuk berbenah diri salah satunya dengan
merenungkan kembali konsep yang paling pas dalam menjalankan sebuah
pendidikan terutama islam. Konsep pendidikan dalam Islam menurut pandangan
Al-Attas yang paling tepat adalah ta’dib bukan tarbiyah ataupun ta’lim. Karena
menurutnya ta’dib sendiri sudah mencakup makna tarbiyah dan ta’lim. Maka dari
itu judul penelitian ini adalah “Konsep Ta’dib dalam Pendidikan Islam dan
Relevansinya dengan Problematika Pedidikan Islam di Indonesia (Studi
Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas)”. Adapun fokus dalam penelitian
ini yaitu: 1). Bagaimana konsep ta’dib dalam pendidikan Islam menurut
pandangan Al-Attas, 2). Bagaimana relevansi konsep ta’dib dalam pandangan Al-
Attas dengan problematika pendidikan islam di Indonesia?. Sedangkan tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan memahami hakikat pendidikan Syed
Muhammad Naquib Al-Attas dengan sudut pandang filsafat pendidikan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian literatur atau kepustakaan (library
research) dengan pendekatan kualitatif yang bercorak deskriptif analisis kritis.
Objek material dalam penelitian ini adalah filsafat pendidikan Al-Attas yang
terangkum dalam karya-karya Al-Attas. Sementara objek formal dalam penelitian
ini adalah filsafat pendidikan. Adapun teknik analisis data menggunakan content
analisys yakni teknik apa saja yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui
usaha menemukan karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif serta
sistematis terkait dengan pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas khususnya
tentang pendidikan sehingga dapat ditemukan hal-hal baru yang dapat
memperluas pemahaman terhadap makna pendidikan, dan gagasan baru bagi
pengembangan bidang studi filsafat pendidikan. Hasil yang diperoleh dalam
penelitian ini bahwa dunia pendidikan dewasa ini mengalami dekadensi moral
diakibatkan oleh hilangnya adab (the loss of adab), oleh karena itu ta’dib
merupakan solusi yang paling tepat dan benar untuk pendidikan. Artinya dapat
dikatakan bahwa dengan menjalankan ta’dib sebagai konsep pendidikan beserta
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain adalah nilai keadilan (‘adl),
nilai kebijaksanaan (hikmah) dan nilai adab sebagai amal (‘amal) akan
menjadikan pendidikan di Indonesia lebih maju. Selain itu bahwasanya tujuan
pendidikan adalah menciptakan manusia yang baik. “Baik” dalam arti manusia
yang beradab. Orientasi kata ta’dib yang lebih menekankan kepada upaya
pembentukan pribadi muslim yang berakhlak mulia relevan dengan tujuan
pendidikan nasional Indonesia yakni menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
Tidak tersedia versi lain