Text
PELAKSANAAN SHOLAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI PUTRI MA’HAD AL-ITTIHAD ALISLAMI CAMPLONG SAMPANG
v
ABSTRAK
Rindiyani, Pelaksanaan Sholat Dhuha dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual
Santri Putri Ma’had Al-ittihad Al-islami Camplong Sampang, Skripsi Program
Studi PAI, Jurusan Tarbiyah IAIN Madura, Pembimbing: Fathol Haliq, M.Si.
Kata Kunci: Sholat dhuha, Kecerdasan Spiritual
Sholat dhuha adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu
pagi.Waktunya mulai setelah matahari setinggi galah (sekitar pukul ) hingga
terik matahari (kira-kira pukul ), sedangkan kecerdasan spiritual seseorang
diartikan sebagai kemampuan seseorang yang memiliki kecakapan transenden,
kesadaran yang tinggi untuk menjalani kehidupan, menggunakan sumber-sumber
spiritual untuk memecahkan permasalahn hidup, dan berbudi luhur. kecerdasan
spiritual seseorang diartikan sebagai kemampuan seseorang yang memiliki
kecakapan transenden, kesadaran yang tinggi untuk menjalani kehidupan,
menggunakan sumber-sumber spiritual untuk memecahkan permasalahn hidup,
dan berbudi luhur, sedangkan dalam realitanya para santri banyak yang tidak
mengerjakan shalat dhuha karna mereka belum tahu kegunaan shalat dhuha itu
apa padahal sangatlah penting dalam memperkuat kemampuan kecakapan
transendennya. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini difokuskan pada
dua pokok permasalahan yang menjadi kajian utama, yaitu: ( ) Bagaimana faktor
pelaksanaan shalat dhuha dalam meningkatkan kecerdasan spiritual bagi santri
yang mengerjakan shalat dhuha dan yang tidak mengerjakannya. ( ) Bagaimana
dampak pelaksanaan shalat dhuha dalam meningkatkan kecerdasan spiritual bagi
santri yang mengerjakan shalat dhuha dan yang tidak mengerjakannya.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan jenis deskriptif.
Data yang diperoleh yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik pengecekan keabsahan data melalui ketekunan/keajegan pengamatan,
triangulasi serta pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Metode analisis data dalam
penelitian ini menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan
verifikasi/kesimpulan. (Penelitian di muali pada tanggal Mei –
September )
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: ( ) faktor bagi santri yang
mengerjakan sholat dhuha adalah karena memiliki kesadaran diri atas kewajiban
umat muslim untuk melaksanakan sunnah rasul, sedangkan kalau putri tidak
melaksanakan sholat dhuha karena sakit, ada juga yang tidak mengerjakan itu
karena malas, sembunyi-sembunyi pada waktu jam istirahat yang lain kemasjid
yang tidak mengerjakan beli jajan disebabkan karena lapar berarti disini tidak bisa
menahan emosinya, emosi ini ingin makan akhirnya mendahulukan, ini bisa
mengukur juga, saya sangat menghimbau kedepannya di perketat lagi supaya
mereka mempunyai adanya kesadaran tersendiri dan akhirnya sudah menjadi
terbiasa bagi santri dalam mengerjakan sholat dhuha. ( ) dampak bagi santri yang
mengerjakan sholat dhuha adalah dengan mengerjakan ibadah tersebut mereka
semakin baik akhlaknya, setiap kegiatan sorogan dimasjid biasanya sebagianvi
santri ada yang mendengarkan dan memperhatikan apa yang disampaikan oleh
pengasuh. Sejak “diwajibkan” sholat dhuha di pondok ini banyak sekali
perubahan-perubahan yang ada pada tingkah laku santri seperti memperhatikan,
mendengarkan apa yang disampaikan meskipun masih ada yang tidak
mendengarkan dan memperhatikan. Sedangkan bagi santri yang tidak
menegerjakan sholat dhuha tersebut tidak bisa mengatur waktu dengan baik disitu
dan tidak baiknya akhlak mereka.
KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI PUTRI MA’HAD AL-ITTIHAD ALISLAMI CAMPLONG SAMPANG
Tidak tersedia versi lain