Text
MOTIVASI KELUARGA DALAM MEMBANGUN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SD NEGERI PAMAROH 03 KADUR PAMEKASAN
ABSTRAK
Maghfirah 2020. Motivasi Keluarga dalam Membangun Kecerdasan Spiritual Siswa SD Negeri Pamaroh 03 Kadur Pamekasan. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Madura, Pembimbing Dr. H. Moh. Muchlis Solichin, M.Ag
Katakunci: motivasi, keluarga, kecerdasan spiritual
Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan tidak hanya terbentuk dari adanya pelajaran disekolah, namun ada keluarga yang mana dalam hal ini menjadi guru pertama bagi anak. Keluarga sendiri adalah madrasah pertama bagi anak, dimana pembentukan karakter, dan pengenalan-pengenalan tentang kecerdasan spiritual diajarkan kepada anak. Kecerdasan spiritual sendiri adalah sebuah kecerdasan yang dimiliki oleh setiap manusia, dimana kecerdasan ini menyangkut hubungan antara Tuhan dengan Hambanya
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di kediaman beberapa wali murid SD Negeri Pamaroh 03 Kadur Pamekasan dan subyek penelitian adalah orang tua dan siswa. Metode pengecekan keabsahan data diperoleh dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Sedangkan tahapan penelitian dalam menganalisis data diantaranya reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian Motivasi Keluarga dalam Membangun Kecerdasan Spiritual Siswa SD Negeri Pamaroh 03 Kadur Pamekasan menunjukkan bahwa: 1) Anak diajarkan untuk mengenal agama sejak dari kecil, dengan membiasakan anak untuk mengikuti kegiatan keagamaan, seperti diajak untuk sholat berjemaah, tadarus Al-Quran, dan juga mengajarkan anak untuk terbiasa berpuasa di bulan Ramadhan, membiasakan anak dengan tanggung jawabnya sebagai Hamba Tuhan untuk selalu beribadah. 2) faktor yang menjadi penghambat anak untuk beribadah adalah, rasa malas, terlalu asik bermain dengan teman sebaya, terlalu sering bermain gadget, dan juga menonton televisi, sedangkan faktor pendukung anak untuk beribadah adalah, adanya motivasi-motivasi yang orang tua berikan, seperti halnya pemberian hadiah kepada anak jika anak mau untuk beribadah, dan juga adanya gambaran-gambaran yang orang tua berikan jika anak rajin untuk beribadah yang nantinya akan anak peroleh di hari kiamat.
Tidak tersedia versi lain