Text
“Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada MateriPertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk HidupKelas 3 di SD Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan”
Kata kunci :Model pembelajaran kontekstual, Pemahaman siswa, langkahlangkah penerapan model pembelajaran kontekstual
Pemahaman siswa pada materi tentang pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidupini masih rendah. Salah satu yang menjadi faktor rendahnya
pemahaman siswa yaitu pengaruh model pembelajaran yang digunakan, model
pembelajaran yang digunakan masih bersifat kuno yakni model pembelajaran
ceramah, sehingga siswa kurang tertarik, kurang memahami serta kurang
termotivasi dalam menerima pembelajaran. Hal ini yang menjadi alasan peneliti
untuk melakukan penelitian mengubah model pembelajaran yang lama atau kuno
menjadi model pembelajaran baru yakni model pembelajaran kontekstual.
Dalam hal ini terdapat 2 fokus penelitian, yaitu Pertama, Apakah
penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman
siswa pada materi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup kelas 3 di SD
Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan? Kedua, Bagaimana langkahlangkah penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan
pemahaman siswa pada materipertumbuhan dan perkembangan makhluk
hidupkelas 3 di SD Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan
pendekatan kualitatif yang menggunakan model siklus Kemis dan Robin MC
Taggart yang didalamnya terdapat 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan atau
aksi, observasi atau pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelas 3
di SD Kodik Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan yang berjumlah 9 siswa
terdiri dari 4 siswi atau perempuan dan 5 siswa atau laki-laki.
Hasil penelitian yang diperoleh : Pertama, Penerapan model pembelajaran
kontekstual ini dapat meningkatkan pemahaman siswa. Dibuktikan dengan adanya
peningkatan nilai-nilai tes kemampuan siswa dalam memahami materi yaitu pada
tahap prasiklus persentase ketuntasan klasikal sebesar 11,11% lalu meningkat
pada tahapan siklus II menjadi 55,55% dan mengalami peningkatan lagi pada
siklus II yaitu 88,88%. Kedua, Langkah-langkah penerapan model pembelajaran
kontekstual sebagai berikut :Pada pra kegiatan yaitu menyiapkan RPP dan
menyiapkan media yang menggunakan model pembelajaran kontekstual. Pada
pelaksanaan kegiatan yaitu kegiatan awal, seorang guru menjelaskan tentang
materi yang akan dipelajari selama pembelajaran berlangsung.Kegiatan inti,
penyampaian materi yang dihubungkan dengan lingkungan atau kehidupan nyata
serta pemberian tes atau tugas untuk mengetahui pemahaman siswanya.Kegiatan
penutup, mengulang kembali materi yang telah dijelaskan sebelumnya dan
menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa. Langkah yang terakhir
yaitu melakukan tindak lanjut atau follow up. Jika nilai tes yang diberikan kepada
siswa telah mencapai ketuntasan minimal yakni 76%, maka siklus
dihentikan.Tetapi jika belum mencapai nilai tersebut maka dilakukan siklus
lanjutan
Tidak tersedia versi lain