Text
Manajemen Madrasah Adiwiyata Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Negeri 2 Pamekasan
Kata kunci: Manajemen Madrasah, Mutu Pendidikan, Program Adiwiyata
Penelitian ini dilatarbelakangi pada ketertarikan peneliti terhadap
manajemen madrasah adiwiyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di Mts
negeri 2 Pamekasan. Yang mana seperti apakah sistem pengolalaan madrasah
adiwiyata dalam Meningkatkan mutu pendidikan yang berbasis peduli
lingkungan. Melihat hal tersebut maka fokus penelitian yang diambil yaitu
Bagaimana pelaksanaan manajemen madrasah Adiwiyata di MTs Negeri 2
Pamekasan? Apa saja faktor pendukung dalam pelaksanaan manajemen madrasah
adiwiyata dalam meningkatankan mutu pendidikan di mts negeri 2 pamekasan?
dan Apa saja faktor penghambat dan solusi pelaksanaan manajemen madrasah
adiwiyata dalam meningkatankan mutu pendidikan di mts negeri 2 pamekasan?
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan
deskriptif. Data yang diperoleh dilakukan dengan wawancara (semi terstruktur),
observasi (non partisipan), dan dokumentasi. Sedangkan sumber datanya yaitu
dari kepala madrasah, Waka Kurikulum, Ketua tim Adiwiyata, dan siswa.
Sedangkan pengecekan keabsahan datanya dilakukan melalui perpanjangan
keikutsertaan, ketekunan pengamat, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan manajemen
madrasah adiwiyata dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu membentuk tim
adiwiyata serta menyusun dan memahami terlebih dahulu konsep-konsep yang
telah tersusun, kemudian diadakannya rapat pengambilan keputusan yang
dikutsertakan juga oleh tim adiwiyata beserta tenaga pendidik lainnya, selanjutnya
mengalokasikan sumber daya untuk membantu menemukan target dan hasil yang
telah diperoleh akan dijadikan acuan untuk lebih mengembangkan atau
memajukan program adiwiyata dimasa yang akan datang dan ditingkat yang lebih
baik. Pelaksanaan manajemen madrasah adiwiyata dalam meningkatkan mutu
pendidikan tidak seterusnya berjalan dengan lancar. Seperti faktor pendukung
sumber daya manusia, partisipasi dari orang tua atau wali murid, ketersediaan
sarana dan prasana yang cukup memadai. Adapun faktor penghambat seperti:
keterbatasan waktu dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan
program adiwiyata, kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana serta
lahan/ruang terbuka hijau, dan juga kurangnya kesadaran dan pembiasaan akan
pentingnya program adiwiyata. Selanjutnya terdapat solusi yang untuk mengatasi
beberapa hambatan-hambatan yang ada seperti: mengatur kembali jadwal antara
kegiatan belajar mengajar dengan kegiatan lainnya
Tidak tersedia versi lain