Text
Problematika Lahan Peternakan Ayam Petelur di Tengah Pemukiman di Desa Bulangan Haji Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan Menurut Tinjauan Etika Bisnis Islam
Kata kunci: Peternakan, di tengah Pemukiman, Etika Bisnis Islam.
Bisnis peternakan ayam petelur yang berada di Desa Bulangan Haji
Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan berdiri di lahan yang terletak di
tengah pemukiman jarak antara bangunan peternakan dengan pemukiman
masyarakat mempunyai jarak yang sangat dekat yakni kurang lebih antara 14
sampai 200 meter. Oleh karena itu banyak dampak negatif yang ditimbulkan dan
sangat mengganggu terhadap warga sekitar peternakan maupun berdampak pada
lingkungan sekitar.
Fokus penelitian ini adalah 1) bagaimana Problematikan Lahan Peternakan
Ayam Petelur Di Tengah Pemukiman Di Desa Bulangan Haji Kecamatan
Pegantena Kabupaten Pamekasan? Dan 2) bagaimana tinjauan etika bisnis Islam
terhadap problematikan lahan peternakan ayam petelur di tengah pemukiman di
Desa Bulangan Haji Kecamatan Pegantena Kabupaten Pamekasan?. Jenis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hokum empiris dengan pendekatan
kualitatif. Tehnik pengumpulan data ada tiga komponen, yaitu Wawancara,
Observasi dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model
analisis peneltian kualitatif melalui beberapa tahapan mulai dari proses reduksi
data, penyajian data dan varifikasi atau penarikan kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematikan lahan peternakan
ayam petelur di tengah pemukiman dan bagaimana tinjauan etika bisnis Islam
terhadap problematika lahan peternakan ayam petelur di tengan pemukiman di Desa
Bulangan Haji Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan berdasarkan prinsipprinsip etika bisnis Islam.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa 1) Peternakan
ayam petelur yang terletak di tengah pemukiman di Desa Bulangan Haji Kecamatan
Pegantenan terdapat berbagai permasalahan yang berdampak terhadap masyarakat
sekitar seperti bau limbah kotoran dan banyak lalat yang sangat mengganggu serta
pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah kotoran secara sembarangan
sembarangan. 2) Menurut tinjauan etika bisnis Islam diketahui peternakan milik
Bapak Sunarji belum sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam yang ada,
yakni tidak sesuai dengan prinsip berbuat baik dan prinsip tidak berbuat jahat
seperti masih merugikan warga sekitar akibat limbah kotoran yang di hasilakan dan
juga tidak sesuai dengan prinsip keadilan seperti tidak mendapatkannya hak untuk
mendapatkan udara segar yang sehat dan hak untuk mendapatkan lingkungan yang
bersih, aman dan nyaman.
Tidak tersedia versi lain