Text
Pelayanan Rumah Makan Ikan Bakar “Cak Hosnan” Pakandangan Barat Bluto Sumenep Perspektif Etika Bisnis Islam
Kata Kunci : Pelayanan, Rumah Makan, Etika Bisnis Islam.
Rumah makan merupakan tempat yang dikunjungi orang untuk mencari
berbagai macam makanan dan minuman. Rumah makan biasanya juga
menyuguhkan keunikan tersendiri sebagai daya tariknya, baik melalui menu
masakan, hiburan maupun tampilan fisik bangunan. Sementara rumah makan ikan
bakar pada saat ini jumlahnya tidak sedikit, sehingga harus ada upaya
penanganannya. Oleh sebab itu, dalam rangka pengembangan usaha tersebut
pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan yaitu dengan
adanya kompetisi sehat yang dapat mendorong terciptanya pelayanan konsumen
yang lebih baik.
Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah pelayanan rumah makan ikan
bakar “Cak Hosnan” Pakandangan Barat Bluto Sumenep perspektif etika bisnis
Islam dan 2) Apa sajakah faktor pendukung dan penghambat pelayanan rumah
makan ikan bakar “Cak Hosnan” Pakandangan Barat Bluto Sumenep perspektif
etika bisnis Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
hukum emperis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data ada tiga
komponen, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan
teknik analisis data kasus tunggal (single case design) dengan model analisis data
yang diperkenalkan oleh Miles dan Hiberman yaitu proses analisis data dilakukan
bersamaan dengan pengumpulan data melalui beberapa tahapan mulai dari proses
pengumpulan data, penyajian dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan
bahwa pelayanan rumah makan ikan bakar “Cak Hosnan” Pakandangan Barat
Bluto Sumenep perspektif etika bisnis Islam dengan menerapkan prinsip tauhid
(at tawhid), prinsip keadilan (al Adl), prinsip amanah dan prinsip kebajikan dan
kejujuran. Sementara faktor pendukung dan penghambat pelayanan rumah makan
ikan bakar “Cak Hosnan” Pakandangan Barat Bluto Sumenep perspektif etika
bisnis Islam adalah faktor pendukung internal (mudahnya bahan baku dan ikatan
emosional), faktor pendukung eksternal adalah gaya hidup masyarakat. Faktor
penghambat internal terletak pada pekerja yang sering tidak masuk dan faktor
penghambat eksternal adalah minimnya pengetahuan masyrakat akan bagus
tidaknya ikan.
Tidak tersedia versi lain