Text
Penerapan Komunikasi Verbal dan Non Verbal Santri kepada Kyai di Pondok Pesantren Al-Qadiry Desa Sentol Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan,
Kata Kunci: Komunikasi, verbal dan non verbal, Santri, Kyai
Belajar ilmu agama tidak hanya belajar kitab kuning seperti fikih, nahwu
shorrof, dan sejarah saja, akan tetapi juga diajari mengenai akhlak bagaimana cara
santri berkomunikasi baik dan sopan kepada kyai, baik secara verbal maupun non
verbal. Penelitian ini memiliki dua fokus penelitian, yaitu: Pertama, Bagaimana
penerapan komunikasi verbal dan non verbal santri kepada kyai di Pondok
Pesantren Al-Qadiry Desa Sentol Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan?.
Kedua, Bagaimana dampak komunikasi verbal dan non verbal bagi santri di Pondok
Pesantren Al-Qadiry Desa Sentol Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan?.
Penelitian skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Sumber data ialah pengasuh pondok pesantren, pengurus
organisasi santri, santri mukim di Pondok Pesantren Al-Qadiry Sentol Pademawu
Pamekasan. Data tersebut diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Kemudian dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan
penelitian. Sementara teknik pengecekan keabsahan datanya dengan triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya: Pertama, penerapan
komunikasi verbal dan non verbal santri di Pondok Pesantren Al-Qadiry Desa
Sentol Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan diantaranya ada komunikasi
lisan yaitu berbahasa Madura halus (bhasa alos), sedangkan komunikasi tulisan
yaitu membeli surat sebelum keluar pondok pesantren & pertanyaan tertulis kepada
pengasuh saat pengajian rutin berlangsung. Komunikasi non verbal santri kepada
kyai di antaranya yaitu pesan gestural yaitu berjalan menekuk lutut ketika berjalan
di depan pengasuh, bersalaman dengan mencium tangan tiga kali, menundukkan
kepala ketika berbicara di hadapan pengasuh & kebiasaan membalik sandal
pengasuh. Pesan postural yaitu santri bersalaman kepada pengasuh tiga kali &
kebiasaan membalik sandal pengasuh. Pesan artifaktual yaitu memakai jilbab
ma’had ketika keluar area pondok, dan simbol non verbal yaitu kode bel panggilan
dari pengasuh. Kedua, dampak komunikasi verbal dan non verbal bagi santri yaitu
berbahasa Madura halus berdampak agar santri terbiasa menggunakan kata-kata
yang sopan dan lembut. Sedangkan adanya surat izin tersebut berdampak bagi santri
agar lebih disiplin waktu dan pertanyaan tertulis berdampak agar santri lebih
menambah wawasan dan pengetahuan. Komunikasi non verbal, santri menekuk
lutut ketika berjalan di depan pengasuh, mencium tangan pengasuh tiga kali, dan
menundukkan kepala saat berbicara di hadapan pengasuh berdampak agar santri
bisa menujukkan sikap sopan santun dan mengagungkan guru (ta’dzim). Kebiasaan
membalik sandal pengasuh berdampak agar santri bisa ngalap barokah guru.
Memakai jilbab (seragam) ma’had ketika keluar area pondok berdampak sebagai
identitas santri. Kode bel panggilan pengasuh berdampak mempermudah saat
pengasuh membutuhkan santri
Tidak tersedia versi lain