Text
Implementasi Full Day School Berbasis Budaya Religius di SDI Nurul Bayan Kebonagung dan SDIT Al-Hidayah Pangarangan Sumenep
Kata Kunci: Implementasi, Full Day School, Budaya Religius
Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena dimana terdapat sebuah
implementasi full day school di sekolah dasar yang mengadopsi keberagaman
budaya salah satu bentuk keberagamannya adalah dalam pembelajarannya
memadukan pendidikan umum dan agama yaitu di SDI Nurul Bayan Kebonagung
dan SDIT Al-Hidayah Pangarangan Sumenep. Fokus dalam penelitian ini, yaitu:
Pertama, perencanaan full day school berbasis budaya religius di SDI Nurul
Bayan Kebonagung dan SDIT Al-Hidayah Pangarangan Sumenep. Kedua,
strategi yang digunakan bagaimana. Ketiga, hasil program di SDI Nurul Bayan
Kebonagung dan SDIT Al-Hidayah Pangarangan Sumenep.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya
studi kasus multicase. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi
dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan kondensasi, menyajikan data,
penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh di cek keabsahan datanya dengan
perpanjangan keikutsertaan,dan trianggulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, pada SDI Nurul Bayan
Kebonagung menambahkan program madin yang di dalamnya terdapat beberapa
kitab pesanten diajarkan dan menjadi salah satu materi dalam upaya menerapkan
full day school, sementara itu, pada SDIT Al-Hidayah Pangarangan tidak terdapat
program madin hanya saja lembaga tersebut menambahkan sejumlah mata
pelajaran yang bernanuasa keIslaman yang telah ditetapkan oleh JSIT (Jaringan
Sekolah Islam Terpadu) sebagai kiblat SDIT Al-Hidayah Pangarangan. Meski
demikian keduanya sama-sama memadukan dua kurikulum. Kedua, SDI Nurul
Kebonagung Bayan dan SDIT Al-Hidayah memiliki persamaan. yakni, a).
Pembiasaan yang dilakukan setiap harinya, diantaranya adalah: dengan yaitu
penyambutan siswa, sholatberjama'ah, pembelajaran Al-Qur'an, puasa sunnah,
mabit, dan hari besar Islam, b). pendampingan, c).keteladanan dan d. peran wali
kelas. Selain persamaan tersebut, terdapat perbedaan yaitu: 1) Pada SDI Nurul
Bayan Kebonagung terdapat morning spirit, dan suasana religius, hal yang
sedemikian tidak didapati di SDIT Al-Hidayah Pangarangan. 2) Pada SDIT AlHidayah Pangarangan terdapat kegiatan deklarasi kejujuran dan kajian keputrian,
kedua dan tidak didapati di SDI Nurul Bayan Kebonagung. Ketiga, Hasil dari
program yang telah berjalan mulai dari perencanaan hingga evaluasi di kedua
sekolah tersebut memiliki persamaan yakni siswa dapat memiliki sikap religius,
spiritual, dan disiplin. Meski demikian ternyata kedua lembaga tersebut memiliki
perbrdaan. Letak perbedaanya yakni pada aspek sosial, yang mana pada SDI
Nurul Bayan Kebonagung salah satu implikasinya yakni peduli sesama. Hal
tersebut tidak didapati di SDIT Al-Hidayah Pangarangan.
Tidak tersedia versi lain