Text
Anxiety Disorder dalam Al-Qur’an Perspektif Psikopatologi
Kata Kunci: Anxiety Disorder, Kecemasan, Psikopatologi.
Skripsi ini dilatarbelakangi oleh isu kesehatan mental yang banyak dialami
dan dibahas oleh masyarakat, yakni gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Gangguan kecemasan sering dikaitkan dengan lemahnya iman seorang hamba dan
stres yang dialami saat menghadapi masalah dalam kehidupan. Konsep anxiety
disorder di dalam Al-Qur’an tergabung dari beberapa konsep kecemasan, yakni
khaūf, khasyyah, ru’b, rau’, ḍaiq, halū’, jazū’, dan waswās. Penelitian ini
dilakukan untuk menjawab pertanyaan: 1) Apa terminologi gangguan kecemasan
di dalam Al-Qur’an? 2) Bagaimana penafsiran mufasir modern-kontemporer
tentang ayat-ayat gangguan kecemasan? 3) Bagaimana analisis psikopatologi
(psikologi abnormal) terhadap ayat-ayat tentang gangguan kecemasan?
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
psikopatologi karena menjelaskan fenomena gangguan psikologis dalam ayat-ayat
Al-Qur’an. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian pustaka (library research)
dengan metode analisis tematik konseptual yang menggali konsep-konsep serupa
dengan tema penelitian, yakni gangguan kecemasan. Tafsir modern-kontemporer
bercorak falsafi dan sosial-kemasyarakatan dipilih guna mendapatkan penafsiran
ayat yang sesuai untuk fenomena modern seperti gangguan kecemasan dari segi
ilmu kejiwaan dan sosial.
Penelitian ini menghasilkan temuan berikut: 1) Enam terminologi yang
dapat dikaitkan dengan gangguan kecemasan, yakni khaūf, ru’b, rau’, ḍayq, halū’,
dan waswās. 2) Para mufasir berpendapat bahwa keenam termnologi tersebut
berpotensi untuk menjadi gangguan karena sifatnya yang negatif. Fakhr al-Din alRazĭ memaknai term khaūf dan halū’ sebagai sifat dasar manusia yang diciptakan
merasa takut dan gelisah. M. Quraish Shihab dan Muhammad Abduh juga
menafsirkan demikian. Term ru’b ditafsirkan oleh Fakhr al-Din al-Razĭ dan
Muhammad Abduh sebagai teror di dalam hati, sedangkan M. Quraish Shihab
menafsirkannya dengan rasa takut yang hampa. Term rau’ ditafsirkan oleh ketiga
mufasir sebagai rasa takut yang meningkat atau berkembang. Ketiga mufasir juga
menafsirkan term ḍayq sebagai kesempitan dada (sesak) dan pikiran karena
kesusahan, serta term waswās ditafsirkan sebagai bisikan buruk yang meragukan
hati. 3) Term khaūf dan halū’ yang merupakan sifat dasar manusia memiliki
potensi untuk menjadi gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan panik, hingga
fobia khas. Term ru’b dan rau’ memiliki potensi menjadi gangguan kecemasan
menyeluruh dan gangguan panik. Gangguan yang dapat berkembang dalam term
waswās adalah gangguan obsesif-kompulsif. Penanganan yang dapat dilakukan
untuk mengatasi gangguan-gangguan tersebut adalah dengan pemberian obat
penenang seperti benzodiazepin atau herbal penenang seperti madu dan jahe,
terapi psikologi klinis, serta terapi religi seperti zikir, tawakal, sabar, sholat, dan
berbuat baik
Tidak tersedia versi lain