Text
Pola Pengasuhan Orang Tua Yang Tidak Utuh Terhadap Pembentukan Karakter Anak Broken Home (Studi Kasus di Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan)
Kata Kunci: Pola Pengasuhan, Orang Tua, Karakter Anak, Broken Home
Melihat masih tingginya angka perceraian di Pamekasan dan pengaruhnya
terhadap karakter. Seperti di kelurahan yang akan peneliti teliti yaitu di kelurahan
Kowel dimana ada beberapa kasus keluarga yang mengalami broken home.Pada
prinsipnya, pola pengasuhan anak dalam suatu keluarga dilakukan oleh kedua
orang tua. Dan secara tidak langsung pengasuhan anak dibantu oleh kerabat dekat,
misalnya ketika ayah dan ibu bekerja, anak dititipkan pada nenek, atau mungkin
ke tempat tante, ataupun kerabat yang lain pada umumnya. Jika terjadi perceraian,
ayah atau ibu biasanya akan menikah lagi untuk mengembalikan keadaan keluarga
seperti sedia kala sehingga figure ayah atau ibutetap ada. Namun jika hal itu tidak
terjadi, orangtua tunggal yang mendapatkan hak asuh anak akan memilih
mendidik dan mengasuhan anak-anaknya seorang diri. Dalam penelitian ini
peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana konsep
pendidikan akhlak, dalam hal ini pola asuh pada anak broken home yang berharap
dapat menjadi referensi pendidikan keluarga.
Sementara dari rumusan masalah yang dirumuskan dalam skripsi ini yaitu
bagaimana pola asuh keluarga yang tidak utuh (broken home) dalam membentuk
karakter positif anak di kelurahan Kowel Kabupaten Pamekasan, bagaimana
dampak positif pada karakter anak dalam keluarga tidak utuh (broken home) dan
bagaimana pola asuh keluarga yang tidak utuh (broken home) dalam membentuk
karakter positif anak prespektif HKI. Adapun jenis penelitian ini yang digunakan
adalah memakai pendekatan kualitatif karena bertujuan untukmemberikan
informasi, pemahaman serta gambaran mengenai isi dan kualitasisi yang terjadi
sasaran atau objek penelitian.
Berdasarkan analisa dan data pembahasan, maka dapat disampaikan dari
ketiga rumusan masalah secara singkat Bahwa jenis pola asuh yang diterapkan
dari keempat responden yaitu ada yang menerapkan pola asuh otoriter dan pola
asuh demokratis. Dampak positif dari pola asuh orang tua tidak utuh (broken
home) dari keempat responden tersebut dengan menerapkan pola asuh otoriter
berdampak positif dengan anaknya yang rajin ibadah, sopan dan taat kepada orang
tua. Sedangkan pada responden dengan pola asuh demokratis dengan peluang
anak bertindak orang tua tetap memberikan kontrol. Pola asuh keluarga yang
tidak utuh dalam membentuk karakter positif anak prespektif HKI dari keempat
responden memenuhi standar kelayakan sesuai dengan tujuan maqasid asysyariah
Tidak tersedia versi lain