Text
Model Penerapan Kedisiplinan Bagi Siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan, Skripsi, Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, STAIN Pamekasan
ABSTRAK
ACHMAD FARIQI, 2013, Model Penerapan Kedisiplinan Bagi Siswa di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan, Skripsi, Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, STAIN Pamekasan, Pembimbing: Dra. Hj. Waqiatul Masrurah, M.Si.
Kata Kunci:Model, Peneran Kedisiplinan.
Dalam sebuah lembaga atau instansi dan semacamnya membutuhkan sebuah peraturan baik tentang kedisiplinan maupun tentang kebijakan dan lain semacamnya dan juga membutuhkan sebuah tindakan dalam pelanggaran yang telah terjadi, lebih-lebih dalam sebuah lembaga sekolah. Dan dalam hal ini Madrasah Tsanawiyah Al-Abror berupaya untuk mengadakan model penerapan kediasiplinan.
Berdasarkan hal di atas, maka ada tiga permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: pertama, Bagaimana model penerapan kedisiplinan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan; kedua, Bagaimana upaya lembaga dalam mengimplementasikan model penerapan kedisiplinan di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan; ketiga, Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan model penerapan kedisiplinan di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitiannya adalah deskriptif analisis. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan yang menjadi sumber datanya adalah Guru, Siswa dan Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Model Penerapan kedisiplinan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan. Madrasah Tsanawiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan merupakan suatu lembaga atau instansi yang menerapkan kedisiplinan yang sangat ketat dan hal itu membutuhkan sebuah peraturan baik tentang kedisiplinan maupun tentang kebijakan dan lain semacamnya dan juga membutuhkan sebuah tindakan dalam pelanggaran yang telah terjadi, dan model penerapan kedisiplinan yang ada disana condong terhadap model penerapan kedisiplinan yang otoriter (model penerapan kedisiplinan). Model penerapan kedisiplinan yang seperti ini telah dilaksanakan sejak perubahan kepala sekolah yang baru ini yaitu mulai tahun 2009 hingga sekarang dan model penerapan kedisiplin tersebut merupakan inisiatif kepala sekolah itu sendiri. Sehingga sekolah tetap berusaha dalam melaksanakan progam penerapan kedisiplinan agar siswa disiplin. 2. Upaya lembaga dalam mengimplementasikan model penerapan kedisiplinan di Madrasah Tsanaeiyah Al-Abror Berruh Blumbungan Larangan Pamekasan. Lembaga pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror melakukan beberapa upaya untuk mengimplementasikan model penerapan kedisiplinan dan diantara beberapa upaya tersebut adalah; mengadakan musyawarah dengan semua guru, mengerahkan semua guru untuk mensosialisasikan hasil musyawarah kepada siswa dan siswi, menerapkan hasil musyawarah sesuai kesepakatan para guru. Dari model penerapan kedisiplinan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror dan telah berjalan selama empat tahunan ini membawakan dampak positif bagi siswa, dibuktiakan dengan adanya perubahan yang serius terhadap siswa dalam hal kedisiplinan yaitu kebiasaan siswa yang sering datang terlambat, sekarang sudah tidak datang terlambat lagi atau bisa dikatakan disiplin. Dalam upaya penerapan kedisiplinan tersebut di Madrasah Tsanawiyah Al-Abror terdapat beberapa pihak yang ikut berperan demi tercapainya implementasi model penerapan kedisiplinan. Sedangkan pihak yang berperan didalamnya yaitu kepala sekolah, guru dan pengasuh pondok pesantren Al-Abror sebagai wadah dari lembaga Madrasah Tsanawiyah itu sendiri. 3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam mengimplementasikan model penerapan kedisiplinan. Dalam melaksanakan model penerapan kedisiplinan tentunya sekolah menyadari adanya faktor yang mendukung maupun yang menghambat karena setiap kegiatan tentunya tidak akan berjalan sesuai rencana. Faktor pendukung terlaksananya model penerapan kedisiplinan yaitu adanya ketegasan kepala sekolah, guru dan kesadaran siswa. Dengan adanya itu semua tentu tidak lepas dari faktor penghambat. Adapun faktor penghambatnya yaitu kurangnya air sehingga menyebabkan siswa terlambat dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada selain itu karena musim panen maksudnya siswa-siswa yang tidak bermukim di pondok mereka cenderung beralasan di ajak orang tuanya ke sawah jadi mereka tidak disiplin dan juga kurangnya kesadaran dari siswa itu sendiri. Dalam mengatasi faktor penghambatnya tentunya guru dan staf sekolah berusaha keras dalam melaksanakan model penerapan kedisiplinan agar bisa terlaksana dengan baik.
Tidak tersedia versi lain